Comment

Loading...

Blogger news

Sains Quran


Tinjauan Al-Qur’an Dan Sains Tentang Tumbuhan Anggur
Anggur  atau al-‘Inab baik sebagai buah maupun olahannya disebut sebanyak 11 kali dalam al-Qur’an yakni dalam surat al-Baqarah/2: 266; al-An‘am/6: 99; ar-Ra’du/13: 4; an-Nahl/16: 11; an-Nahl/16: 67; al-Isra’/17: 91; al-Kahfi/18: 32; al-Kahfi/18: 42; al-Mu’minun/23: 19; Yasin/36: 34 dan dalam surat ‘Abasa/80: 27-31.
Anggur adalah salah satu tumbuhan dapat berbuah sepanjang tahun tanpa mengenal musim. Buahnya dapat dimakan dan direaksikan dalam berbagai bentuk makanan turunan seperti selai, agar, cuka, minuman beralkohol, kismis dan minyak biji anggur. Buah anggur tumbuh berkelompok, antara 6 hingga 300 butir perkelompok. Warnanya bermacam-macam mulai dari kehitaman, biru tua, ungu, kuning, hijau hingga berwarna kemerahan.[1]
            Menurut  The George Mateljan Foundation, anggur mempunyai banyak gizi yang sangat baik, terutama kandungan vitamin C, vitamin B1, vitamin B6 dan mineralnya seperti mangan (Mg) dan kalium.
            Anggur, khususnya yang berwarna merah kaya akan senyawa kimia yang bernama polifenol, senyawa kimia ini dapat mengurangi degenerative, seperti penyakit gangguan jantung. Senyawa polifenol merupakan antioksidan alami. Antioksidan sendiri berfungsi memperlambat dan mencegah kerusakan sel. Seperti dalam surat an-Nahl/16: 67;
            ومن ثمرات النخيل والاعناب تتخذون منه سكرا و رزقا حسنا ان في ذلك لاية لقوم يعقلون
Artinya: dan dair buah kurma dan anggur, kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang mengerti (an-Nahl: 67)
Dalam ayat ini Menurut Tafsir Al-Azhar Dari kurma dan anggur yang manis, yang demikian enaknya dimakan, apabila dicampur saja dengan ragi sedikit, buah itu jugalah yang menimbulkan mabuk, yang dibuat minuman keras. “ dan rezeki yang baik” ayat ini pun berupa peringatan yang halus sekali. Korma dan anggur bisa menimbulkan minuman keras yang membuat mabuk, merusak budi, tetapi bisa juga menjadi rizeki yang baik. Cuma bergantung kepada kepandaian manusia dan niatnya. Sebagai “tenaga atom” di zaman kita sekarang ini, bisa menjadi alat pemusnah dan bisa pula menjadi alat untuk menunjukkan kehidupan dan kemakmuran manusia. [2]
Alangkah luasnya yang dirangkum oleh ayat ini. Buah-buahan mentah yang ditimbulkan Allah, seumpama korma dan anggur dapat menghasilkan rezeki lipat berganda, asal mempergunakan akal. Jelas sekali ayat ini menyuruh memajukan pertanian dan memperlipat gandakan hasil bumi, malahan mengirimkan segala hasil bumi itu ke daerah-daerah yang lain. Meskipun di dalam ayat ini ada disinggung-singgung tentang minuman keras, bukan berarti bahwa ayat ini menghalalkan minuman keras, sebab larangan tentang itu sudah ada dalam islam dengan sangat kerasnya. Ayat ini diturukan Mekkah sebelum minuman itu dilarang, dan tidak juga menyuruh, hanya menceritakan saja. Sebab orang Arab sudah lama sekali dapat mengambil minuman keras dari kurma dan anggur.[3]
Sejak 1980-an, penelitian memperlihatkan bahwa kandungan antioksidan (dalam hal ini  oligomeric proanthocyinidins) ditemukan dalam jumlah yang signifikann pada biji buah anggur. Kombinasi antara tannin, polyphenol dan asam lemak polyunsaturated menjadi tameng yang menghambat munculnya beberapa penyakit semisal kanker, gagal jantung dll. Dengan kata lain, penelitian menganjurkan setiap orang untuk mengkonsumsi anggur merah, dalam kadar  cukup untuk mencegah serangan jantung dari mengurangi perkembangan penyakit degenerative seperti kardiovaskular.[4]
Di seluruh dunia, diperkirakan tidak kurang dari 75.500 kilometer lahan digunakan untuk menanam anggur. Sekitar 71 % dari produksi anggur dunia digunakan untuk memproduksi minuman beralkohol; 27 % dimanfaatkan sebagai buah segar; 2 % darinya dibuat manisan kering, cuka, dan sejenisnya. Ini menandakan bahwa betapa banyak fungsi dan kegunaan dari anggur sebagai mana tercantum dalam surat an-Nahl ayat 67 “kamu membuat minuman yang memabukkan dan rezeki yang baik” dengan Allah menganugrahkan anggru maka manusia bisa menjadikannya makanan dan minuman baik yang segar maupun yang memabukkan.[5]
Anggur juga bisa digunakan sebagai cairan pelembab kulit muka dan untuk bahan kosmetika. Abu Muhammad Abdallah Ibn Ahmad Ibn al-Baitar Dhiya al-Din al-Malaqi atau akrab disapa Ibnu al-Baitar (1197 M – 1248 M) menuturkan bahwa anggur yang baik adalah anggur yang berukuran besar, berkulit tipis, berbiji jarang, dan berwarna agak kemerah-merahan. Menurutnya anggur adalah buah yang paling diminati.[6]
Data USDA Nutrient membuktikan bahwa gizi yang terkandung pada anggur sangatlah banyak, diantara gizi yang dikandung anggur:[7]
Nilai kandungan gizi Anggur per 100 g (3.5 oz)  Energi 288 kJ (69 kcal) 
1.    Karbohidrat 18.1 g
2.    Gula 15,48 g
3.    Diet serat 0,9 g 
4.    Lemak 0,16 g
5.    Protein 0,72 g 
6.    Thiamine (Vit. B1) 0.069 mg (5%)
7.    Riboflavin (Vit. B2) 0,07 mg (5%) 
8.    Niacin (Vit. B3) 0.188 mg (1%) 
9.    Asam pantotenat (B5) 0,05 mg (1%)Vitamin B6 0,086 mg (7%)
10.   Folat (Vit. B9) 2 mg (1%) 
11.   Vitamin B12 0 mg (0%) 
12.   Vitamin C 10,8 mg (18%) 
13.   Vitamin K 22 mg (21%) 
14.   Kalsium 10 mg (1%)
15.    Besi 0,36 mg (3%) 
16.   Magnesium 7 mg (2%)
17.   Mangan 0,071 mg (4%)
18.   Fosfor 20 mg (3%) 
19.   Kalium 191 mg (4%)
20.   Natrium 3,02 mg (0%) 
21.   Seng 0,07 mg (1%) 




[1] Diktat DEPAG, Tumbuhan Dalam  Perspektif Al-Qur’an  dan Sains, (2011) , Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, hal. 85
[2] Tafsir al-Azhar, op. cit
[4] Diktat DEPAG, Tumbuhan Dalam  Perspektif Al-Qur’an  dan Sains, (2011) , Lajnah Pentashihan Mushaf al-Qur’an, hal. 86
[5] Ibid, hal. 86

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Sains Quran"

Posting Komentar